Jumat, 29 Juli 2016

KUALITAS BANDARA DI INDONESIA







Tingginya  pertumbuhan penumpang kerap menimbulkan masalah kepadatan dan kemacetan di bandara seperti yang dialami sejumlah bandara seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang. Oleh karena itu, bandara yang ada di Indonesia perlu ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya, terutama dalam menghadapi kebijakan Asean Open Sky yang telah diterapkan. Sehingga semua negara mesti benar-benar mempersiapkan berbagai infrastruktur, fasilitas, dan SDM yang terkait dengan bidang penerbangan.


Untuk menjawab permasalahan tersebut salah satunya adalah dengan melakukan peningkatan pelayanan bandara, kualitas pelayanan harus selaras standar internasional. PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II makin gencar dalam pengembangan bandara dan diharapkan bandara di Indonesia mampu bersaing dan dipercaya oleh dunia. Memperluas terminal domestik dan terminal internasional, membangun terminal khusus bagi penerbangan charter serta pengembangan akses dari dan menuju bandara merupakan salah satu hal yang menjadi fokus.



Tidak hanya dengan membangun terminal yang lebih luas agar mampu menampung lebih banyak penerbangan dan lebih banyak penumpang. Pihak PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II juga membangun infrastruktur lainnya untuk mendukung kemudahan penerbangan. Mengembangkan sistem aplikasi Hold Baggage Screening atau sistem canggih penanganan bagasi yang dikelola secara komputerisasi yang canggih dan modern.



Penanganan bagasi ini tidak lagi konvensional tetapi sudah tersistem dengan sangat baik menggunakan Hold Baggage Screening atau HBS. Dengan HBS ini, pelayanan bagasi menjadi lebih cepat dengan tingkat keamanan yang juga jauh lebih baik. Hal lainnya yang dilakukan yaitu dengan membuat pengukuran tingkat kepuasan pengguna jasa bandara (Airport Service Quality) satu kali dalam sebulan. Agar hasil pengukuran lebih credible dan sesuai dengan standar pelayanan internasional, Angkasa Pura I menggandeng Airport Council International (ACI) yaitu lembaga internasional yang fokus pada pengembangan standar pelayanan bandara-bandara di dunia.




Yang dinilai tidak hanya dari perspektif penumpang saja tetapi seluruh pengguna jasa bandara, termasuk didalamnya airline, air crew dan tenant. Nah, dari hasil pengukuran tersebut kita bisa menerima banyak rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan, mulai dari fasilitas untuk penumpang hingga perbaikan prosedur. Rekomendasi tersebut segera ditindaklanjuti seperti penambahan trolley, penambahan kursi di ruang tunggu, kualitas suhu ruangan, kebersihan dan jumlah toilet serta masih banyak lagi.



Selain perbaikan internal, pihak bandara juga secara intensif melakukan koordinasi dengan seluruh mitra kerja seperti Imigrasi, Bea Cukai, Airline dan Ground handling untuk dapat menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanannya. Hal tersebut diterapkan dibeberapa Bandara Inernasional, seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Seperti kita ketahui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan pintu gerbang utama Bali tidak hanya bagi wisawatan internasional tetapi juga wisatawan domestik. Tentunya dengan pengembangan sarana dan pelayan tersebut dapat memberi dampak positif dalam menunjang kepariwisataan di Bali.



Atas keseriusan pihak bandara dalam mengembangkan sarana infrastruktur dan pelayanan tersebut Angkasa Pura II memperoleh berbagai penghargaan dari berbagai instansi sebagai apresiasi kepercayaan masyarakat atas performance Perusahaan dalam memberikan pelayanan, diantaranya adalah “The Best BUMN in Logistic Sector” dari Kementerian Negara BUMN RI (2004-2006), “The Best I in Good Corporate Governance” (2006), Juara I “Annual Report Award” 2007 kategori BUMN Non-Keuangan Non-Listed, dan sebagai BUMN Terbaik dan Terpercaya dalam bidang Good Corporate Governance pada Corporate Governance Perception Index 2007 Award. Pada tahun 2009, Angkasa Pura II berhasil meraih penghargaan sebagai 1st The Best Non Listed Company dari Anugerah Business Review 2009 dan juga sebagai The World 2nd Most On Time Airport untuk Bandara Soekarno-Hatta dari Forbestraveller.com, Juara III Annual Report Award 2009 kategori BUMN Non- Keuangan Non-Listed, The Best Prize ‘INACRAFT Award 2010’ in category natural fibers, GCG Award 2011 as Trusted Company Based on Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2010.



Penghargaan Penggunaan Bahasa Indonesia Tahun 2011 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penghargaan untuk Bandara Internasional Minangkabau Padang sebagai Indonesia Leading Airport dalam Indonesia Travel & Tourism Award 2011, dan Penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident) selama 2.084.872 jam kerja terhitung mulai 1 Januari 2009-31 Desember 2011 untuk Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, serta berbagai penghargaan di tahun 2012 dari Majalah Bandara kategori Best Airport 2012 untuk Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), kategori Good Airport Services untuk Bandara Internasional Minangkabau dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3 (Cengkareng) dan kategori Progressive Airport Service 2012 untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3 (Cengkareng).



Adapula Bandara Internasional Ngurah Rai yang mendapatkan predikat sebagai bandara terbaik ke-7 di dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata mencapai 15 sampai dengan 25 juta pertahunnya. Bandara ini juga tercatat sebagai bandara yang memiliki akses wifi tercepat ke-6 di dunia dan mengalahkan bandara IAH di Amerika Serikat. Lalu ada Bandara Sepinggan yang menjadi bandara paling megah di Indonesia, memiliki sistem keamanan bagasi dan desain bandara bertema futuristic eco-airport yang ramah lingkungan. Bandara Ahmad Yani yang merupakan bandara yang dibangun di atas air pertama di Indonesia.



Nah, adapula bandara tersibuk di Indonesia yang setiap tahunnya dikunjungi 51,17 juta penumpang yaitu Bandara Soekarno Hatta. Dilanjutkan dengan Bandara Internasional Kualanamu yang menjadi bandara satu-satunya di Indonesia yang memiliki fasilitas kereta api. Bandara ini menunjukkan kualitasnya dengan memberikan fasilitas-fasilitas terbaik seperti akses kereta api dan memiliki hotel transit yang bisa disewa perjamnya dengan kualitas terbaik. Dan terakhir yaitu Bandara Juanda yang mendapatkan predikat bandara terbaik ke-10 di dunia. Bandara ini dilengkapi dengan fasilitas seperti tempat belanja, tempat makan, tempat hiburan serta keramahan para staffnya. Selain itu pengguna jasa bandara ini juga mencapai 15 hingga 25 pertahunnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar